<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>... celoteh si dimas ...</title>
	<atom:link href="http://dimskipedia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dimskipedia.wordpress.com</link>
	<description>"kalau ayam suka berkotek, aku suka berceloteh"</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Sep 2011 09:34:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dimskipedia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>... celoteh si dimas ...</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dimskipedia.wordpress.com/osd.xml" title="... celoteh si dimas ..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://dimskipedia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Renungan Malam</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com/2010/01/09/renungan-malam/</link>
		<comments>http://dimskipedia.wordpress.com/2010/01/09/renungan-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 12:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasandya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Risalah Hati..]]></category>
		<category><![CDATA[benang kusut]]></category>
		<category><![CDATA[bintang]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimskipedia.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Benang Kusut / kumpulan benang yang membuat emosimu campur aduk, hingga jadi carut marut / Aku bilang pada malam ‘ maukah kau menemaniku? ’. Namun ia hening tanpa suara. Sepi tak berbicara. Hanya ada kerlip bintang yang mungkin jadi pertanda. Kedip sekali untuk ya, dua kali untuk tidak. Kutunggu hingga ribuan detik. Bintang kini malah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=184&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Benang Kusut</strong> / <em>kumpulan benang yang membuat emosimu campur aduk, hingga jadi carut marut</em> /</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-183" title="262599757_07d69406e2_m" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/08/262599757_07d69406e2_m.jpg?w=180&#038;h=240" alt="262599757_07d69406e2_m" width="180" height="240" /></p>
<p>Aku bilang pada malam ‘ <em>maukah kau menemaniku? ’. </em>Namun ia hening tanpa suara. Sepi tak berbicara. Hanya ada kerlip bintang yang mungkin jadi pertanda. Kedip sekali untuk ya, dua kali untuk tidak. Kutunggu hingga ribuan detik. Bintang kini malah malu-malu. Tak berkerlip sama sekali. Lantas aku harus bagaimana? Berceloteh sendiri atau melamun saja? Bahkan malam pun enggan mendengarkanku. Untung saja bulan tahu aku sedang gundah gulana. Cahayanya yang tadi buram tertutup awan, kini ia tampakkan dengan sempurna. Bulat, utuh, dan mempesona. Seolah tersenyum dan bergumam ‘<em>ayo lanjutkan ceritamu</em>, <em>apa lagi yang kau tunggu?!’</em> .</p>
<p>Saat itu aku ingin teriak. Melemparkan semua benang kusut yang bergumul dalam pikiranku. Aku tahu itu sulit terurai. Tapi aku ingin dia pergi. Meninggalkanku dalam damai, tenang, tanpa perlu bilang kapan dia mau kembali pulang. Dia tak boleh berlama-lama dalam otakku. Membuat rasa bahagia, senang, dan gembira terhimpit. Jadi tak bisa bergerak. Satu-satunya harapanku adalah saat malam datang, dan rasa kantuk menyerang, karena itu kesempatan emas untuk lari dari kenyataan. Membiarkan benang kusut keluar dengan sendirinya. Entah kemana.</p>
<p>Tapi malam ini, aku tak bisa menahan diri. Aku tak mau lagi berkompromi. Esok pagi, dia harus lenyap, musnah, dan kondisi apapun yang membuat aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Aku pikir malam, sang pemilik bunga tidur, mungkin bisa membantuku. Mungkin dia tahu kemana benang kusut biasa pergi.  Aku akan menyusulnya dan membiarkan dia tetap disana. Aku akan bilang bahwa ia tak perlu pulang, karena aku tak butuh dia. Sudah saatnya bahagia, senang, dan gembira bersenyawa. Karena itu, aku perlu lebih banyak ruang di kepala.</p>
<p>Aku pun membuat kesepakatan. Benang kusut itu boleh tinggal, tapi tak bisa lama-lama. Segera setelah aku temukan rumah baru untuknya, dia harus langsung angkat kaki. Dia setuju. Syaratnya cuma satu. Dia akan pergi dalam keadaan terurai, tidak kusut seperti sekarang ini. Baiklah, pikirku. Bukan hal yang mudah, tapi kuyakin aku bisa melakukannya. Benang kusut juga tampak tak betah lama-lama. Dia juga bosan menetap disini tanpa arah tujuan. Dia akan bebas saat benang tak lagi kusut.</p>
<p>Bulan lalu benderang. Seolah memberi pencerahan di ubun-ubun kepalaku. Bintang juga tak berkedip. Tapi formasinya merujuk pada satu arah yang ada tepat di hadapanku. Mereka semua sepakat untuk berkata ‘<em>Ayo terus berjalan! Ikuti langkah kakimu dan kau akan sampai di tempat tujuan’.</em> Ya, aku begitu lelah mencari, padahal semua itu ada di depanku. Dengan sebuah langkah kecil, perjalanan mengurai benang kusut ini kini telah dimulai. Entah esok atau lusa, benang kusut itu pasti segera menghilang, karena aku telah menguraikannya. Aku pun jadi bisa tidur nyenyak lagi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimskipedia.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimskipedia.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimskipedia.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimskipedia.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimskipedia.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimskipedia.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimskipedia.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimskipedia.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimskipedia.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimskipedia.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimskipedia.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimskipedia.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimskipedia.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimskipedia.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=184&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimskipedia.wordpress.com/2010/01/09/renungan-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa85228b93c60580b448fbf7318ff515?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasandya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/08/262599757_07d69406e2_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">262599757_07d69406e2_m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bade Kamana di Bandung?</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/12/27/bade-kamana-di-bandung/</link>
		<comments>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/12/27/bade-kamana-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 09:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasandya</dc:creator>
				<category><![CDATA[I LUV BDG]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[nyasar]]></category>
		<category><![CDATA[papan]]></category>
		<category><![CDATA[petunjuk]]></category>
		<category><![CDATA[signage]]></category>
		<category><![CDATA[tersesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimskipedia.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Penunjuk jalan / papan hijau yang bisa menyala dalam gelap, jadi penyelamat kala tersesat / Musim liburan akan segera tiba, dan Bandung segera saja menjadi salah satu tujuan wisata. Macet? Tentu saja. Apalagi di akhir pekan. Derasnya kaum pendatang yang ingin menikmati surga belanja dan makanan di kota ini tampaknya terlalu sulit untuk dibendung. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=266&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penunjuk jalan</strong> / <em>papan hijau yang bisa menyala dalam gelap, </em><em>jadi penyelamat kala tersesat </em>/</p>
<p><a href="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/12/atm.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-267" title="atm" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/12/atm.jpg?w=250&#038;h=182" alt="" width="250" height="182" /></a></p>
<p>Musim liburan akan segera tiba, dan Bandung segera saja menjadi salah satu tujuan wisata. Macet? Tentu saja. Apalagi di akhir pekan. Derasnya kaum pendatang yang ingin menikmati surga belanja dan makanan di kota ini tampaknya terlalu sulit untuk dibendung. Tapi itulah Bandung. Kota dengan sejuta daya tarik ini selalu tak henti  memberi sajian yang unik dan menarik. Kuliner, <em>fashion,</em> pemandangan alam, menjadi madu yang diburu para pelancong. Apalagi kini para pemilik usaha semakin kreatif mengemas barang dagangannya hingga tak mungkin meninggalkan Bandung tanpa membawa buah tangan sedikit pun. Bahkan wisatawan dari negeri jiran dan negeri singa pun rela berdesak-desakan di Pasar Baru atau menyusuri Cihampelas hanya untuk sekedar mendapatkan apa yang mereka sebut dengan ‘barang bagus dengan harga miring’. Terlebih lagi fenomena Factory Outlet dan Distro yang terlanjur meng-Indonesia. Lantas Bandung pun mentasbihkan dirinya sebagai <em>trendsetter fashion </em>Nusantara.</p>
<p>Bagi para pecinta kuliner, Bandung seolah tak mau kalah peran. Disajikannya cafe, resto, hingga warung kaki lima yang bertebaran di seluruh penjuru kota. Belum lagi makanan khas legendarisnya seperti Kupat Tahu Gempol, Lontong Kari Kebon Karet, Bubur Mang Oyo, Batagor Riri, Baso Tahu Mang Ade, Nasi Bakar Cimandiri, Es Campur Pa’Oyen, Colenak Murdi Putra, Lotek Kalipah Apo, Surabi EnHai dan seabreg makanan lainnya yang tersebar dimana-mana, selalu menggoda lidah kita untuk mampir dan kemudian mencicipinya. Ada lagi oleh-oleh ala Molen Kartika Sari, Brownies Amanda, Boelu Koedja, yang setia mengisi bagasi mobil hingga penuh sesak. Itu tidak termasuk dengan  barang belanjaan yang sedari tadi sudah menguras dompet sampai nyaris tak bersisa. Tapi asalkan semuanya bahagia, kenapa juga harus tak rela. Jauh-jauh datang ke Bandung, memang itu yang dicari. Setumpuk pakaian <em>trendy</em> dan cemilan bercita rasa tinggi.</p>
<p>Namun dari sekian banyak tujuan di Bandung, tak jarang banyak waktu yang terlalu lama dihabiskan di jalan. Macet pasti. Banjir iya. Tapi alasan itu terlalu biasa. Ada hal lain yang  membuat para pelancong itu frustasi ketika keliling-keliling Bandung. Sesuatu yang seharusnya jadi <em>guide, </em>tetapi lebih sering jadi aksesoris di pinggir jalan. Sesuatu yang berwarna hijau dengan bingkai putih yang kadang-kadang bersembunyi di balik dedaunan. Yup, kamu benar. Petunjuk Jalan. Kalau diperhatikan <em>signage</em> di Bandung memang aneh dan berbeda dari kota-kota lainnya. Coba saja kamu teliti. Di daerah lain, lokasi-lokasi yang tertera di penunjuk jalan adalah nama tempat yang sudah sangat dikenal (<em>landmark)</em> seperti  alun-alun, bandara, kampus, stasiun, dan sebagainya, atau tempat yang sering dituju para turis seperti kawasan wisata, gedung kesenian, museum, dan sebagainya. Tetapi  cuma di Bandung kamu bisa tahu dimana letak ATM bank tertentu, studio foto, hotel tempat kamu akan menginap, cafe dan FO langganan, sampai penanda tempat kursus bertuliskan “<em>Hati-Hati Anda memasukui Kawasan Dunia Maya..”</em><em> </em></p>
<p>Boleh jadi inilah inovasi berlebihan dari Dinas Perhubungan Kota Bandung. Kreatif? Mungkin. Informatif? Belum tentu. Percayalah informasi yang terpajang di papan <em>signage </em>itu lebih sering membuat orang bingung dan kadang bertanya-tanya, “<em>Kenapa tiba-tiba ada nama hotel anu dan cafe inu disana?” </em> Padahal di atas, kanan, dan kirinya jelas-jelas tertulis nama jalan yang biasa dituju untuk memandu para pendatang.  Sebagian penunjuk jalan<em> </em>juga ditempatkan di lokasi yang kurang pas sehingga baru kelihatan kalau sudah dekat. Malah ada <em>signage </em>yang gambarnya tampak seperti sebuah persimpangan, padahal sebenarnya posisi jalan miring (tidak tegak) dan ada sebuah taman segitiga yang pasti <em>bikin</em> orang <em>loading</em> alias <em>mikir</em> dulu waktu membacanya. Jangankan pendatang, orang Bandung sendiri sulit menginterpertasikannya kalau belum hafal jalan di sana, apalagi kalau sambil <em>nyetir </em>sendiri. Belum lagi sejumlah papan penunjuk tempat yang menyerupai rambu penunjuk jalan dengan latar hijau yang menyala dalam gelap, masih bertebaran di sejumlah jalan dengan ukuran yang tidak proporsional, serta jenis <em>font</em> yang tidak seragam. Semua hal tersebut sukses <em>bikin </em>pusing para pendatang dan menambah deretan keprihatinan lalu lintas di Bandung. Kadang-kadang saya malah suka berkhayal, kalau saya punya uang, rasanya saya akan buat papan penunjuk jalan yang memuat tulisan “Rumah Dimas” lengkap dengan arah panah ke kanan, di bawah tulisan Pusdai (Pusat Da’wah Islam) dan Gedung Sate sebagai <em>landmark</em> di wilayah tersebut. Dijamin <em>nggak </em>ada lagi  yang<em> bakal nyasar </em>kalau mau ke rumah saya<em>..hehe..</em> Kalau dipikir-pikir,<em> </em>lagi-lagi uang memang selalu punya kuasa, dan kali ini sponsor-lah yang boleh berbicara. <em>Toh </em>semua ini dengan dalih dalam rangka membantu pemerrintah bukan?!</p>
<p>Idealnya dengan panjang jalan sekitar 932 km, Bandung memang seharusnya memiliki 360 rambu penunjuk jalan yang tersebar di setiap persimpangan. Namun saat ini, rambu penunjuk jalan yang tersedia ‘hanya’ berjumlah 60 saja. Itu artinya Bandung masih kekurangan 300 rambu penunjuk jalan lagi. Dan jika diasumsikan setiap rambu penunjuk jalan membutuhkan dana 11 juta rupiah, seperti yang disebutkan Dinas Perhubungan Kota Bandung, maka dibutuhkan dana sekitar 3,3 miliar untuk pembuatannya. Hmm..sebenarnya itu jumlah yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bandung yang mencapai 250 miliar. Tapi kalau sudah berbicara layanan publik, sampai saat ini agaknya pemerintah memang kurang bisa diandalkan. Selalu saja ada alasannya, dari yang klise seperti tidak ada anggaran atau dananya terbatas, sampai yang paling mutakhir seperti akan diusulkan di periode anggaran berikutnya atau alokasi dananya dialihkan untuk pendidikan dan kesehatan. Padahal kalau pemerintah punya <em>will</em> atau kemauan yang tinggi untuk benar-benar serius menanganinya, jumlah <em>segitu</em> pasti bisa dipenuhi. Ah.. andai saja setiap penduduk Bandung yang berjumlah 3 juta jiwa bisa menyumbang 10 ribu untuk penggalangan dana pembuatan rambu penunjuk jalan layaknya ’koin untuk prita’, barulah pemerintah kalang kabut dan sibuk mencari topeng untuk menutupi wajah aslinya.</p>
<p>Terasa menggelikan memang. Papan yang tadinya berfungsi sebagai petunjuk jalan, seringkali malah tidak komunikatif sehingga gagal memandu. Padahal sejatinya <em>signage </em>memegang peranan yang sangat penting dalam menunjukkan arah lokasi tempat di suatu kota. Kontribusi terjadinya kemacetan mungkin saja disebabkan oleh para pendatang yang tersesat atau berjalan lambat karena mencari petunjuk arah jalan atau setengah mati menginterpretasikan petunjuk jalan yang tersedia.  Tapi itulah kenyataannya. Kalau kamu tidak hafal jalan di Bandung atau tidak punya kenalan orang Bandung atau baru pertama kali di Bandung, maka bersiaplah untuk pusing-pusing Bandung. Apalagi jalan searah di Bandung punya karakteristik seperti ular yang jalurnya berkelok-kelok, sebentar belok kiri, sebentar belok kanan. Memang disini tidak ada aturan <em>three in one, </em>jadi tak perlu repot cari joki. Hanya saja, jalanan di Bandung yang mirip sirip ikan dengan banyak percabangan dimana-mana kadang sering memabukkan. Buat yang tahu jalan tikus, itu bisa jadi jalan keluar di tengah kemacetan. Tapi buat yang tahunya jalan di Bandung hanya Dago, Riau, Braga, dan Setiabudi saja, disarankan untuk bawa peta kemana-mana. Percayalah itu sangat amat membantu dibandingkan sekedar mengandalkan papan penunjuk jalan. Dan jangan lupa satu hal lagi, beranilah bertanya kalau memang tidak tahu , karena seperti kata pepatah “<em>malu bertanya sesat di jalan</em>”. Lagipula <em>nggak </em>ada<em> </em>salahnya <em>toh</em> bertanya lebih dulu, daripada kamu ditilang karena terlanjur melanggar rambu lalu lintas atau malah salah arah. Nah, sekarang kamu sudah lebih tahu <em>kan</em> bagaimana tips jalan-jalan di Bandung. Jadi <em>bade kamana</em> di Bandung?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimskipedia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimskipedia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimskipedia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimskipedia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimskipedia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimskipedia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimskipedia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimskipedia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimskipedia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimskipedia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimskipedia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimskipedia.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimskipedia.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimskipedia.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=266&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/12/27/bade-kamana-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa85228b93c60580b448fbf7318ff515?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasandya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/12/atm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">atm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reborn</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/12/17/reborn/</link>
		<comments>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/12/17/reborn/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 10:16:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasandya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Risalah Hati..]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[lahir]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[reborn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimskipedia.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan / Ketika yang lama jadi berbeda, yang usang jadi gemilang, yang lusuh jadi terbasuh / Saat kuterbangun pagi ini, Kumerasa ada yang telah berubah. Bukan sesuatu yang terlihat, Sebab tak ada yang diubah ataupun dipindah. Untuk suatu alasan yang tak terjelaskan, Saat kumelihat ke dalam cermin, Sosok diriku tampak lebih jelas, Meski yang aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=263&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perubahan </strong>/ <em>Ketika yang lama jadi berbeda, yang usang jadi gemilang, yang lusuh jadi terbasuh</em> /</p>
<p><a href="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/12/reborn2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-262" title="reborn2" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/12/reborn2.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Saat kuterbangun pagi ini,</p>
<p>Kumerasa ada yang telah berubah.</p>
<p>Bukan sesuatu yang terlihat,</p>
<p>Sebab tak ada yang diubah ataupun dipindah.</p>
<p>Untuk suatu alasan yang tak terjelaskan,</p>
<p>Saat kumelihat ke dalam cermin,</p>
<p>Sosok diriku tampak lebih jelas,</p>
<p>Meski yang aku tatap masih aku yang kemarin.</p>
<p>Rambutku masih lurus bergerigi,</p>
<p>Kadang tegak berdiri, serta sulit diatur.</p>
<p>Namun, aku tak peduli.</p>
<p>Tubuhku pun masih kurus kering,</p>
<p>Tapi itu tak kupikirkan sama sekali.</p>
<p>Aku juga masih memakai baju lamaku,</p>
<p>Yang sudah tampak usang dan kusam,</p>
<p>Dan kali ini aku menyukai bintik-bintik di wajahku.</p>
<p>Hal yang sungguh tak kusangka,</p>
<p>Kali ini aku merasa sempurna,</p>
<p>Tak ada satu pun yang kusesali.</p>
<p>Dan kusadari perubahan itu,</p>
<p>Bukanlah dari luar,</p>
<p>Melainkan perubahan dari dalam hati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimskipedia.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimskipedia.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimskipedia.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimskipedia.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimskipedia.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimskipedia.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimskipedia.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimskipedia.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimskipedia.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimskipedia.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimskipedia.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimskipedia.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimskipedia.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimskipedia.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=263&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/12/17/reborn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa85228b93c60580b448fbf7318ff515?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasandya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/12/reborn2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">reborn2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Unpredictable</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/12/14/257/</link>
		<comments>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/12/14/257/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 13:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasandya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aha..!!]]></category>
		<category><![CDATA[Pelangi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebetulan]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimskipedia.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan / pas mau pas ada, pas butuh pas dapet, pas gagal pas batal, pas lupa pas nggak diperiksa, pokonya pas deh / “Rendra! Kami dari  Magenta Event Organizer, memilih Rendra buat jadi salah satu koordinator pelatihan Hari Senin dan Selasa besok.  Harap datang pada briefing jam 16.30 WIB di kantor Jl. Cempaka No.5 Bandung. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=257&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kebetulan </strong>/ <em>pas mau pas ada, pas butuh pas dapet, pas gagal pas batal, pas lupa pas nggak diperiksa, pokonya pas deh </em>/</p>
<p><a href="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/12/kebetulan22.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-258" title="kebetulan2" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/12/kebetulan22.jpg?w=277&#038;h=300" alt="" width="277" height="300" /></a></p>
<p>“<em>Rendra! Kami dari  Magenta Event Organizer, memilih Rendra buat jadi salah satu koordinator pelatihan Hari Senin dan Selasa besok.  Harap datang pada briefing jam 16.30 WIB di kantor Jl. Cempaka No.5 Bandung. Mohon kehadirannya, terima kasih</em>..!!”</p>
<p><em>Deg</em>..harusnya pesan singkat itu bisa jadi kabar gembira buat Rendra. Sudah lama ia bercita-cita untuk bekerja di suatu <em>event organizer</em>..<em>kebetulan..</em>beberapa hari yang lalu dia membaca sebuah lowongan pekerjaan di <em>e-mail</em> yang ia dapat dari sebuah milis.. <em>kebetulan</em> juga, jadwalnya memang sedang tidak padat, dan saat itu ia berniat untuk mencari pekerjaan paruh waktu atau sambilan.. Wah <em>kebetulan </em>sekali dong.. pucuk dicinta ulam tiba..tapi kelihatannya Rendra malah tak bahagia..kenapa ya..?!</p>
<p>Lima hari sebelumnya, Rendra memang sedang ingin cari hiburan.. <em>kebetulan </em>saat ia sedang jalan-jalan..tiba-tiba terlintas keinginan untuk menonton film sendirian..agak aneh memang, bukan nonton sama teman-teman..ia malah memilih kesepian..tapi ya, mungkin ia butuh suasana yang berbeda..<em>kebetulan </em>filmnya akan segera dimulai.. ia pun bergegas membeli tiket lalu masuk ke ruangan..tak lama seluruh lampu dimatikan..dan film pun dimulai..hingga tak terasa, dua jam lamanya ia nikmati disana..</p>
<p>Esoknya Rendra baru sadar..ternyata <em>handphone-</em>nya tertinggal di teater..segera saja dia menelpon untuk memastikan barang tersebut masih selamat..untunglah nasib baik masih berpihak padanya..seseorang telah menemukannya kemudian menitipkannya di satpam..tanpa berlama-lama, Rendra pun memutuskan untuk mengambilnya.. <em>kebetulan </em>ia berencana membeli  barang-barang keperluan di supermaket yang berdekatan dengan bioskop.. tapi dasar <em>kebetulan, </em>eh sekarang dompetnya yang ketinggalan.. akhirnya niat untuk berbelanja urung dilaksanakannya..ia pun kembali pulang dengan wajah suram..tapi <em>toh</em> masih ada hari esok..</p>
<p>Pagi-pagi sekali, telepon berdering..Rendra diminta tolong untuk mengantarkan sepupunya pindahan ke luar kota..<em>kebetulan </em>hari ini ia sedang tidak ada kesibukan..tanpa pikir panjang, ia pun menyanggupinya..tapi di jalan tiba-tiba perasaannya menjadi gelisah.. ia baru ingat akan <em>handphone-</em>nya..dan berharap-harap cemas menanti sebuah berita..lalu benar saja, sesampainya di rumah ada sebuah pesan dari ibunya.. bahwa sedari tadi ada orang dari pihak dari <em>event organizer </em>beberapa kali menghubunginya..namun karena <em>kebetulan </em>Rendra belum datang..semuanya jadi dibatalkan..fiuuhh, ternyata intuisinya memang benar..ada sesuatu yang membuat dia ingin segera pulang..tapi apa boleh buat..waktu tak bisa diputar kembali..</p>
<p>Keesokan harinya, tak ada rencana lain di benak Rendra selain mengambil <em>handphone</em>..hingga tak berapa lama, benda itu pun sudah ada di genggamannya..<em>kebetulan </em>pihak keamanan yang waktu itu menemukan <em>handphone-</em>nya sedang bertugas..jadi proses pengambilannya bisa lancar..kondisi barang pun masih utuh tanpa cela..tapi kini ia malah terkejut bukan main..karena ternyata ada pesan singkat yang menyatakan bahwa pihak <em>event organizer </em>memutuskan menerimanya kembali..namun ketika ia mengkonfirmasi, rupanya sudah terlambat..seharusnya itu dilakukan kemarin malam..<em>kebetulan</em> ia baru membacanya hari ini..seketika hatinya berkecamuk..ada rasa sesal bercampur marah..kenapa juga semuanya serba <em>kebetulan</em> hingga jadi seperti ini..</p>
<p>Dan hari ini, Rendra beraktivitas seperti biasanya..pergi kuliah ke kampus naik motor..<em>kebetulan </em>tempat parkir penuh, jadi dia terpaksa cari tempat lain lewat jalan memutar..eh tiba-tiba saja..BRAKKKK!! motornya tergelincir dan tubuhnya terseret.. gara-gara menghindari orang yang menyebrang, ia memilih untuk banting setir..tak ayal lagi, tubuhnya penuh luka dan tangannya patah..<em>kebetulan </em>helm yang ia gunakan tidak terlepas..jadi kepalanya selamat..tak lama ia pun segera mendapat penanganan pertama untuk kecelakaan dan semua lukanya diobati..hingga pada malam harinya..dalam kondisi membujur kaku..Rendra pun termenung..andai ia saat itu menerima tawaran <em>event organizer</em>..apa jadinya kini..pastilah semua berantakan..karena ia tak bisa penuhi pekerjaan..</p>
<p>Entah kenapa Rendra pun teringat semua peristiwa <em>kebetulan </em>yang akhir-akhir ini menyapanya..lantas ia berpikir..apakah makna dari <em>kebetulan</em>? Apakah ia datang untuk kebaikan? Atau malah untuk keburukan? Lalu apakah arti dari tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini? Apakah itu semua rencana Tuhan yang tidak bisa kita terjemahkan? Atau memang sesuatu kejutan dalam hidup yang tak pernah kita ketahui? Jangan-jangan sesuatu yang kita pikir <em>kebetulan</em>..boleh jadi sebenarnya bukan <em>kebetulan..</em>hmm, tampaknya masing-masing dari kita punya jawabannya sendiri..<em> </em>kalau begitu bagaimana menurutmu, “<em>kamu percaya kebetulan nggak sih?? kalau iya kenapa,kalau nggak juga kenapa</em>??”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimskipedia.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimskipedia.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimskipedia.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimskipedia.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimskipedia.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimskipedia.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimskipedia.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimskipedia.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimskipedia.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimskipedia.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimskipedia.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimskipedia.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimskipedia.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimskipedia.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=257&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/12/14/257/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa85228b93c60580b448fbf7318ff515?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasandya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/12/kebetulan22.jpg?w=277" medium="image">
			<media:title type="html">kebetulan2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diterpa Badai</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/10/03/diterpa-badai/</link>
		<comments>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/10/03/diterpa-badai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 01:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasandya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Risalah Hati..]]></category>
		<category><![CDATA[angin ribut]]></category>
		<category><![CDATA[badai]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[berisik]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[porak poranda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimskipedia.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Angin ribut / angin badai yang sukanya komat kamit, meratakan semua hingga ia bisa berkelit / Dia datang dengan berisik. Perkasa namun tak bijaksana. Menghancurkan semua yang terlewat. Melebamkan semua yang terlena. Meninggalkan luka yang terdalam. Entah kenapa dia selalu datang tiba-tiba. Menyeruak, dan buat masalah. Tak sadarkah ia? Aku butuh waktu lama untuk membereskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=230&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Angin ribut</strong> / <em>angin badai yang sukanya komat kamit, meratakan semua hingga ia bisa berkelit </em>/</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/10/spaceball4.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-252" title="spaceball" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/10/spaceball4.gif?w=1&#038;h=1" alt="" width="1" height="1" /></a><a href="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/10/lighting-and-tornado-storm1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-253" title="lighting-and-tornado-storm" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/10/lighting-and-tornado-storm1.jpg?w=300&#038;h=214" alt="" width="300" height="214" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><img class="alignnone size-full wp-image-232" title="spaceball" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/10/spaceball1.gif?w=1&#038;h=1" alt="spaceball" width="1" height="1" /></p>
<p class="MsoNormal">Dia datang dengan berisik. Perkasa namun tak bijaksana. Menghancurkan semua yang terlewat. Melebamkan semua yang terlena. Meninggalkan luka yang terdalam. Entah kenapa dia selalu datang tiba-tiba. Menyeruak, dan buat masalah. Tak sadarkah ia? Aku butuh waktu lama untuk membereskan sisa-sisa porak poranda. Mengumpulkan setiap remeh yang tersisa. Bahkan ia tak  sedetik pun berpikir, dengan apa kulakukan itu semua? Dan bagaimana caranya?</p>
<p class="MsoNormal">Tangan mungilku ini mungkin tampak jahil. Sehingga aku seringkali dianggap onar. Biang kerok segala badai. Boleh jadi ya, tapi besar kemungkinan justru tidak. Selama orang-orang hanya bisa berceloteh, tanpa bersuara lantang. Selama itu pula mereka seperti memakai topeng-topeng kaca yang membuat jati diri mereka semakin kelihatan. Penuh prasangka. Mencari kambing hitam. Padahal jelas-jelas terdengar sedari tadi, suara kambing mengembik bersahutan. Jadi salah siapa?</p>
<p class="MsoNormal">Tak ada yang benar, kalau tak ada yang mengaku salah. Semua yang kusut, jadi makin semrawut. Dinding- dinding hati, yang baru saja melunak karena berlumut maaf, mendadak angkuh kembali. Mendongak ke angkasa. Melanglang buana. Arrghh..basi ini semua. Klise orang bilang. Untuk apa terus cari aman. Kalau perlu perang, ya serbu saja. Selama kita diserang, apa iya kita harus selalu rela dipancung dan diinjak-injak. Kalau aku tentu pilih berjuang. Meski seringkali dicap arogan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><em>“ Lagi-lagi angin ribut mampir..</em></p>
<p><em>Aku pun ikut tersindir..</em></p>
<p><em>Sebisa mungkin kubertahan dalam getir..</em></p>
<p><em>Dia malah semakin nyinyir..</em></p>
<p><em>Seperti kakek lampir.. “</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimskipedia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimskipedia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimskipedia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimskipedia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimskipedia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimskipedia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimskipedia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimskipedia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimskipedia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimskipedia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimskipedia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimskipedia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimskipedia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimskipedia.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=230&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/10/03/diterpa-badai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa85228b93c60580b448fbf7318ff515?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasandya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/10/spaceball4.gif" medium="image">
			<media:title type="html">spaceball</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/10/lighting-and-tornado-storm1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lighting-and-tornado-storm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/10/spaceball1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">spaceball</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>de Green Metropolis</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/09/25/de-green-metropolis/</link>
		<comments>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/09/25/de-green-metropolis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 23:41:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasandya</dc:creator>
				<category><![CDATA[I LUV BDG]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[hijau]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[metropolitan]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimskipedia.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Kota / tempat tinggal para kaum urban, masa depan bagi para pendatang / Dua bangunan besar yang tampak seperti monumen selamat datang, berdiri kokoh mengapit sebuah jalan di perbatasan. Desainnya sangat unik. Setipe dengan bangunan sudut khas Eropa, namun beratapkan formasi Julang Ngapak hasil adopsi dari seni arsitektur tradisional Sunda. Tak jauh dari sana, ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=210&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kota</strong> / <em>tempat tinggal para kaum urban, masa depan bagi para pendatang </em>/</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-211" title="Nature 008" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/09/nature-008.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Nature 008" width="300" height="200" /></p>
<p>Dua bangunan besar yang tampak seperti monumen selamat datang, berdiri kokoh mengapit sebuah jalan di perbatasan. Desainnya sangat unik. Setipe dengan bangunan sudut khas Eropa, namun beratapkan formasi  <em>Julang Ngapak</em> hasil adopsi dari seni arsitektur tradisional Sunda. Tak jauh dari sana, ada sebuah bundaran air mancur dengan monumen bunga <em>Patrakomala</em> raksasa di tengahnya. Cantik sekali. Apalagi di kiri kanan jalan tampak orang berjalan lalu lalang di pedestrian yang begitu nyaman dengan rimbunnya pepohonan. Jalanannya pun terasa mulus. Tak ada kerikil atau lubang. Sebuah sambutan yang sangat mengesankan. Khususnya bagi para pendatang.</p>
<p>“<em>Welcome to De Green Metropolis</em>”.</p>
<p>Begitulah sapaan yang tertera di sebuah <em>billboard</em> raksasa. Disana ada sepasang laki-laki dan perempuan memakai kostum tradisional dengan senyum tiga jari yang sangat menawan. Malah ada yang bilang, gambar itu seperti sebuah iklan pasta gigi.  Tetapi gambar itu bukan sekedar citra semata, atau sekedar tempelan yang menyejukkan mata, melainkan sebuah representasi dari masyarakatnya. Orang-orang yang tinggal disini memang ramah. <em>Someah</em> katanya. Bicaranya juga santun. Jangan harap Anda merasa tersesat disini, karena pasti akan selalu ada yang mengantarkan Anda ke tempat tujuan. Entah itu oleh seorang polisi wisata, atau bahkan masyarakat biasa.</p>
<p>Sebenarnya kota ini sangat metropolitan. Dengan penduduk sekitar 5 juta orang di malam hari, dan  juta orang di siang hari, ia menjadi sumber aktivitas kehidupan bagi kebanyakan orang. Ada yang mencari nafkah, menuntut ilmu, mencari insipirasi, atau sekedar berlibur dan berbelanja. Semua yang kamu butuhkan ada disini. SEMUANYA. Termasuk kenyamanan fasilitas dan kesejukan udaranya. Ini jadi semacam paket komplit. Tak heran jika di akhir pekan, semua orang berjubel datang kesini. Tak peduli untuk puluhan atau malah ratusan kalinya, karena setiap kunjungan selalu memberikan pengalaman yang berbeda. Dan tentu saja berkesan, hingga rindu kembali lagi. Terlebih lagi, seiring dengan banyaknya institusi pendidikan yang bermarkas disini, masyarakatnya pun menjadi sangat terpelajar, dan tentu saja tuan rumah yang baik bagi siapapun yang berkunjung.</p>
<p>Pemukiman disini terlihat begitu hijau dan dinamis. Mungkin itulah alasan kenapa masayarakatnya betah berlama-lama tingggal disini. Tampak deretan rumuh susun yang sangat modern, berbaris dengan deretan apartemen, namun tetap dijamuri oleh <em>landed house</em> yang sangat berkarakter, berjejer rapi, diselilingi pepohonan dan taman bunga mungil. Entah sejak kapan, <em>duplex </em>menjadi fenomena di kota ini. Tapi tak ada tema yang ke-Eropa-an ala Alpen, Venesia, atau semacamnya kecuali pada bangunan kolonial yang memang masih tersisa. Yang ada adalah bangunan unik yang mengadaptasi arsitektural modern minimalis berpadu dengan ornamen lokal sehingga terlihat sangat menawan. Belum lagi deretan pertokoannya yang sangat memikat, menyajikan produk berkualitas dari berbagai negara, serta karya kreatif anak bangsa. Hal ini semakin sempurna dengan kualitas kenyamanan yang tiada dua. Bersih, rapi, teduh, adalah daya tarik yang tak bisa dibantah setiap pelancong ketika mampir kemari.</p>
<p>Buat yang tidak punya kendaraan pribadi, itu sama sekali bukan masalah besar. Disini ada monorel, trem, hingga bus tingkat yang siap mengantarkan Anda kemanapun yang Anda mau. Rutenya sangat jelas, tarifnya pun pasti. Keamanannya jangan diragukan lagi. Semuanya sudah diasuransikan. Prasarana bandara, stasiun, dan terminal juga sangat mumpuni dengan aksesibilitas yang sangat memadai. Menampilkan aksen tradisional nan modern, menjadi senyum selamat datang dan selamat jalan yang indah bagi seluruh pendatang dan pemulang. Pengguna kendaraan pribadi pun akan sangat dimanjakan. Selain petunjuk jalan dan rambu-rambu yang teramat jelas, gedung parkir juga tersedia dimana-mana. Tapi buat para pengemudi yang nakal dan suka ugal-ugalan, siap-siap saja menemui bencana besar. Polisi disini galak sekali. Tegas, selugas-lugasnya. Kondisi yang dianggap <em>aneh</em> jika dibandingkan dengan tempat lainnya.</p>
<p>Memasuki pusat kota, atau biasa dikenal sebagai alun-alun, ada pemandangan yang sangat menakjubkan. Tampak deretan bangunan-bangunan bersejarah menjadi kekuatan heritage yang menjadi magnet wilayah ini. Anda benar- benar seperti memasuki lorong waktu dan hidup di zaman kolonial, meski yang disajikan justru kekhasan tradisional, lengkap dengan seni dan budayanya. Sepasang menara antik menjulang, menawarkan gambaran udara kota ini. Pemandangan yang amat menarik. Uniknya, ternyata disini tidak hanya ada satu, tetapi dua pusat kota di sisi barat dan timur dengan alun-alun yang memiliki kekhasan tersendiri. Jika yang  satu kental dengan nuansa kota tua, yang lainnya malah dipenuhi dengan ambiens modern yang menjadikan pernak-pernik budaya kontemporer. Disini tidak ada menara, yang ada justru bangunan-bangunan menjulang hemat energi dengan green house di puncaknya. Semua disajikan sangat kreatif sesuai identitas kota ini. Ini lebih dari sekedar <em>landscape</em>. Inilah surga kreativitas bagi para pembaharu. Kaum urban yang menjunjung tinggi nilai lokal dan keberlanjutan.</p>
<p>Yang menghujam di memori semua orang, sekaligus menjadi salah satu <em>landmark</em> yang dikenal seantero negeri, adalah taman hutannya yang luar biasa indah. Jika alun-alun merupakan jantung, sebagai penanda kesibukan kota, maka taman hutan ini adalah paru-paru yang selalu memberikan oksigen dan inspirasi bagi semua warganya. Apalagi di atasnya, melintang sebuah jembatan <em>cable stayed</em> yang sudah lebih dulu menjadi ikon wilayah ini, membelah rimbunnya pepohonan. Benar-benar sinkronisasi yang sangat harmonis. Taman hutan ini seolah menjadi ibu dari segala tanaman yang ada di kota ini. Kebun segala bibit. Taman semua hewan. Jajaran pohon di kiri kanan jalan seolah mengiduk ke taman ini. Sungai-sungai yang menyusuri sudut-sudut kota, seolah menghulu disini. Disinilah rumah bagi burung <em>cangkurileung</em>, binatang mungil seperti tokek atau kunang-kunang, hingga ribuan manusia yang sekedar ingin berkumpul, bekreasi, bermain, atau sekedar berekspresi. <em> </em></p>
<p><em>Landmark</em> yang tersebar dimana-mana, jadi bagian apik dari penataan kota ini. Hampir di setiap persimpangan besar ada sebuah monumen yang berkisah tentang sejarah kota. Karena itu, dimana pun warganya bisa terus belajar. Apalagi banyak juga museum yang terawat dengan baik, yang popularitasnya mampu menyaingi <em>mall</em> atau tempat tujuan wisata lainnya. Semua menjadikan belajar sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kota ini. Jadi jangan heran jika ada istilah museum kota disini. Semua bangunan, jalan, monumen, seolah saling bicara dan bercerita tentang kehidupan kota. Aktivitas berkeliling kota, serasa merekatkan kepingan-kepingan <em>puzzle</em> perjalanan panjang kota ini, dari mulai Daendels mematokkan tongkatnya di titik nol kilometer hingga masa pembangunan jalan berpuluh-puluh kilometer yang memangkas habis seluruh tanaman. Dari mulai pembangunan gedung-gedung bersejarah, hingga kemudian dirobohkan kembali. Dari mulai Lautan Api hingga Lautan Sampah. Tak ada jejak yang terlewat.</p>
<p>&#8220;<em>Bersih, Hijau, dan Berbunga</em>” adalah julukan untuk kota ini 40 tahun yang lalu..</p>
<p>“<em>Bersih, Makmur, Taat, dan Bersahabat</em>” adalah julukan untuk kota ini 20 tahun yang lalu..</p>
<p>“<em>De Green Metropolis</em>” itulah julukan baru untuk kota ini.</p>
<p>Ini memang bukan julukan yang jadi slogan resmi pemerintah. Ini julukan yang ditasbihkan oleh masyarakat pada kota yang mereka cintai. Julukan yang diakui oleh khalayak negeri. Kedengarannya seperti utopis. Tapi ini semua terjadi bukan dalam satu dua hari, satu dua bulan, atau satu dua tahun. Semuanya menjadi mungkin, berkat kesadaran dan kerja keras dari semua pihak yang terlibat dan dilibatkan. Masyarakat, pengusaha, pelajar, pekerja, pemerintah, maupun pendatang bergerak sinergis bahu membahu mewujudkan mimpi bersama. Mimpi untuk memanusiakan kota ini. Mimpi untuk menjadikan sampah, polusi, macet, dan semrawut adalah masa lalu dari kota ini. Mimpi untuk membuat kota ini menjadi kota yang ramah. Nyaman untuk ditinggali. Aman untuk ditempati. Semuanya demi mengembalikan identitas kota ini yang telah lama usang. Yang orang pikir tak mungkin bisa dibenahi. Yang orang bilang tak bisa dibereskan. Semuanya demi kerinduan yang teramat dalam di benak semua orang, untuk kembali tinggal di sebuah kota yang <em>genah, merenah, tur tumaninah..</em></p>
<p><em> </em></p>
<blockquote>
<p style="margin-bottom:0;"><em>&#8220;Ti baheula dilingkung ku gunung. . </em></p>
<p style="margin-bottom:0;"><em>Ayeuna mah beuki heurin ku tangtung..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;"><em>Wilujeng tepang taun.. Bandung..&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimskipedia.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimskipedia.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimskipedia.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimskipedia.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimskipedia.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimskipedia.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimskipedia.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimskipedia.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimskipedia.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimskipedia.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimskipedia.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimskipedia.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimskipedia.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimskipedia.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=210&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/09/25/de-green-metropolis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa85228b93c60580b448fbf7318ff515?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasandya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/09/nature-008.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Nature 008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Happy Ied Mubarak</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/09/25/lebaran/</link>
		<comments>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/09/25/lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 23:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasandya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelangi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimskipedia.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran / hari raya yang dinantikan, kemenangan bagi semua orang / Lebaran itu identik dengan ketupat, opor ayam, dan kue kering..lebaran juga saatnya suara bedug bergema dan takbir berkumandang..tapi yang pasti lebaran adalah saat kita pulang..pulang kembali ke hati yang fitri..pulang ke rumah dan kampung halaman..pulang ke keluarga.. Saat lebaran memang sangat dinanti..lebih dari sekedar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=209&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><strong>Lebaran</strong> / <em>hari raya yang dinantikan, kemenangan bagi semua orang</em> /</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><img class="alignnone size-full wp-image-212" title="MET" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/09/met.jpg?w=200&#038;h=212" alt="MET" width="200" height="212" /></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:.2in;">Lebaran itu identik dengan ketupat, opor ayam, dan kue kering..lebaran juga saatnya suara bedug bergema dan takbir berkumandang..tapi yang pasti lebaran adalah saat kita pulang..pulang kembali ke hati yang fitri..pulang ke rumah dan kampung halaman..pulang ke keluarga..</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:.2in;">Saat lebaran memang sangat dinanti..lebih dari sekedar hari kemenangan..lebaran adalah hari kebahagiaan..hari kumpul-kumpul..hari bertemu semua sanak saudara..hari silaturahim ke tetangga..hari ziarah ke makam..semuanya lagi-lagi..pulang ke keluarga..</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:.2in;">Betapa tidak..jutaan orang rela berdesakan di terminal..bersesakan di stasiun..berjubelan di pelabuhan..bermacet-macetan di jalanan..berdiri, menunggu, merayap..tak peduli tiba kapan..yang penting perjalanan sudah dimulai..semuanya demi..pulang ke keluarga..</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:.2in;">Toko-toko tutup..warung-warung ikut..pedagang kaki lima seolah menghilang..kalut entah kemana..jalanan pun lengang..tak ada bising klakson mobil..tak ada suara motor menderu.. semuanya nikmat bercengkrama, bercanda, dan tertawa..semuanya asyik..pulang ke keluarga..</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:.2in;">Aku juga ingin berlebaran..ingin terlahir kembali dalam keadaan yang suci..aku juga ingin makan ketupat dan opor ayam buatan ibu..aku ingin bertakbir bersama  ayah..ingin kumpul dengan saudara..bertemu dengan tetangga..aku ingin pulang..pulang ke keluarga..</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">“<em>Taqoballahuminna waminkum..Shiyamana washiyamakum..Happy Ied Mubarak”</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimskipedia.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimskipedia.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimskipedia.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimskipedia.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimskipedia.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimskipedia.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimskipedia.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimskipedia.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimskipedia.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimskipedia.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimskipedia.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimskipedia.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimskipedia.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimskipedia.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=209&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/09/25/lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa85228b93c60580b448fbf7318ff515?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasandya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/09/met.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MET</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s A Mask ?!</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/09/01/its-a-mask/</link>
		<comments>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/09/01/its-a-mask/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 12:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasandya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Risalah Hati..]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimskipedia.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Topeng / sekedar pengalih perhatian bahwa apa yang kau lihat belum tentu sejati / Banyak orang yang tidak tahu..banyak orang tak melihat.. Bagaimana perasaanku, pikiranku, dan kebutuhanku.. Mungkin mereka tak melihat..atau aku tak menunjukkan.. Tapi tak seorang pun tahu..apa yang di dalam hati tersimpan.. Kuingin perlihatkan pada dunia..kuingin semua orang melihat.. Segala pikiran dan gagasan..yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=177&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Topeng</strong> / <em>sekedar pengalih perhatian bahwa apa yang kau lihat belum tentu sejati </em>/</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-178" title="128576390_8f4a9e9fee_m" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/08/128576390_8f4a9e9fee_m.jpg?w=234&#038;h=240" alt="128576390_8f4a9e9fee_m" width="234" height="240" /></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Banyak orang yang tidak tahu..banyak orang tak melihat..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Bagaimana perasaanku, pikiranku, dan kebutuhanku..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Mungkin mereka tak melihat..atau aku tak menunjukkan..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Tapi tak seorang pun tahu..apa yang di dalam hati tersimpan..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Kuingin perlihatkan pada dunia..kuingin semua orang melihat..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Segala pikiran dan gagasan..yang didalamku terpahat..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Mungkin kau tidak perhatikan..atau mungkin kau tidak berani..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Mencari tahu tentang diriku..’tuk menunjukkan kau peduli..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Aku menjerit di dalam hati..tapi hanya senyuman yang bisa kau lihat..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Namun akau tak puas..dengan apa yang dari luar terlihat..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Ada pribadi lain di dalam sini..yang tak bisa kuperlihatkan..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><em>Kalau kau sisihkan waktu..mungkin kau bisa berkenalan..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimskipedia.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimskipedia.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimskipedia.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimskipedia.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimskipedia.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimskipedia.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimskipedia.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimskipedia.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimskipedia.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimskipedia.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimskipedia.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimskipedia.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimskipedia.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimskipedia.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=177&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/09/01/its-a-mask/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa85228b93c60580b448fbf7318ff515?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasandya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/08/128576390_8f4a9e9fee_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">128576390_8f4a9e9fee_m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilema Angkot</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/08/15/dilema-angkot/</link>
		<comments>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/08/15/dilema-angkot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 04:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasandya</dc:creator>
				<category><![CDATA[I LUV BDG]]></category>
		<category><![CDATA[angkot]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[ngetem]]></category>
		<category><![CDATA[paratransit]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimskipedia.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Angkot / angkutan yang paling setia melayani penduduk kota, meski kadang dicela, kadang jadi primadona / Pernah mampir ke Bandung? Atau pernah tinggal di Bandung? Pasti kenal dengan yang namanya angkot alias angkutan kota. Sesuai dengan namanya, angkot adalah alat transportasi perkotaan yang memiliki rute tetap tanpa memiliki jadwal yang pasti. Umumnya setiap angkot hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=202&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Angkot / </strong><em>angkutan yang paling setia melayani penduduk kota, meski kadang dicela, kadang jadi primadona /</em></p>
<p><em><img class="alignnone size-medium wp-image-205" title="angkot-pdgxa" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/08/angkot-pdgxa2.jpg?w=300&#038;h=298" alt="angkot-pdgxa" width="300" height="298" /></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:x-small;">Pernah mampir ke Bandung? Atau pernah tinggal di Bandung? Pasti kenal dengan yang namanya angkot alias angkutan kota. Sesuai dengan namanya, angkot</span><span style="font-size:x-small;"> adalah alat transportasi perkotaan yang memiliki rute tetap tanpa memiliki jadwal yang pasti. Umumnya setiap angkot hanya memiliki satu rute yang terkoneksi dengan jaringan transportasi di suatu kota, yang dijelaskan melalui label besar di bagian depan dan belakang angkot mengenai asal-tujuan serta nomor trayek, tanpa ada penjelasan mengenai rute yang dilewati. Dalam sistem transportasi perkotaan, angkot dapat dikelompokkan sebagai angkutan paratransit, yakni angkutan umum yang merupakan penerus (</span><span style="font-size:x-small;"><em>feeder</em></span><span style="font-size:x-small;">) dari sistem angkutan yang berada pada hierarki di atasnya dan memiliki kompabilitas yang tinggi dalam melayani sudut-sudut perkotaan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:x-small;">Hingga saat ini, angkot merupakan salah satu alat transportasi publik yang paling terkenal, tidak hanya di Bandung, tetapi juga hampir di seluruh kota di Indonesia. Alasannya sederhana, angkot dapat melayani pergerakan penduduk kota yang seringkali disibukkan dengan berbagai aktivitas, hingga ke berbagai sudut kota. Selain itu, jika dibandingkan dengan angkutan umum lainnya angkot memiliki banyak kelebihan, misalnya saja biaya perjalanan yang relatif murah, (terutama untuk jarak dekat), jangkauan pelayanan dengan aksesibilitas dan mobilitas yang tinggi, serta biaya perawatannya yang tidak mahal. Tak heran jika saat ini, di Bandung terdapat sekitar 5346 angkot yang masih setia beroperasi di 38 trayek demi melayani kebutuhan perjalanan warga kota Bandung untuk berhilir mudik setiap harinya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:x-small;">Bicara tentang angkot, tak melulu soal kemudahan akses dan transportasi. Lebih dari itu, angkot justru lebih dikenal dan diingat orang karena ketidaknyamanannya. Bahkan sudah menjadi rahasia umum kalau angkot identik dengan kesemrawutan lalu lintas, supir yang ugal-ugalan, udara panas tanpa AC, dan tempat duduk yang berdesakan. Ya, </span><span style="font-size:x-small;"><em>image</em></span><span style="font-size:x-small;"> angkot terlanjur melekat seperti itu. Sebagai angkutan umum yang murah meriah, jangan harap ada pelayanan yang prima ketika menaiki angkot. Pendek  kata, bisa sampai di tempat tujuan tepat waktu dalam kondisi selamat sudah lebih dari cukup. Namun pertanyaannya, seberapa parahkah manajemen pelayanan angkot di Bandung?</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:x-small;">Semua berawal dari sebuah sistem dimana armada angkot yang ada saat ini umumnya dimiliki oleh perorangan dan dikelola bersama dalam koperasi. Nah, masing-masing koperasi ini memiliki trayek sendiri yang menjadi garapannya. Setiap koperasi juga berinduk pada kobanter, yang nantinya berinduk lagi pada pihak Dinas Perhubungan selaku pemilik kewenangan transportasi Kota Bandung. Dengan demikian pada dasarnya pemerintah kota tidak memiliki kekuatan penuh terhadap pengelolaan angkot dan pada akhirnya kesulitan untuk mengatur ketertiban angkot. Pantas saja kalau akhirnya angkot jadi semena-mena dan seringkali susah diatur.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:x-small;">Di samping itu, dalam pengelolaan angkot juga terdapat sistem setoran, yang mengharuskan supir angkot menyewa angkot kepada pemilik perorangan dengan membayar uang setoran dengan kisaran Rp 100.000- Rp 150.000 per hari. Dengan demikian, perhitungan keuntungan angkot adalah jumlah uang yang didapat supir pada hari itu dikurangi biaya sewa angkot (setoran). Hal inilah yang menyebabkan supir angkot memiliki </span><span style="font-size:x-small;"><em>mindset ngetem</em></span><span style="font-size:x-small;">, karena mereka tertekan untuk mencapai target pendapatan lebih besar dari ongkos sewa angkot. Bahkan tidak jarang terkadang mereka harus </span><span style="font-size:x-small;"><em>nombok</em></span><span style="font-size:x-small;"> untuk memenuhi kewajiban sewa sedangkan pendapatan yang diperoleh hari itu hanya sedikit. Tak heran jika kondisi ini membuat angkot tidak dapat memberi pelayanan publik sebagaimana mestinya. Ini dapat kita lihat dari kebiasaan buruk angkot yang suka </span><span style="font-size:x-small;"><em>ngetem</em></span><span style="font-size:x-small;"> demi memaksimalkan jumlah penumpang</span><span style="font-size:x-small;"><em>, </em></span><span style="font-size:x-small;">sehingga sering menyebabkan kemacetan lalu lintas dan pemborosan BBM, serta diperparah lagi dengan etika berkendaraan yang buruk dari para supir angkot. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:x-small;">Meskipun demikian, rasanya angkot masih tetap jadi primadona angkutan umum. Coba saja lihat, jika ada satu trayek angkot sedang mogok, ratusan penumpang terlantar di jalanan rela menunggu kalau-kalau ada satu dua angkot yang nekat beroperasi, sambil menanti datangnya bantuan. Ya, disadari atau tidak, angkot telah menjadi bagian dari keseharian kita. Apalagi pengalaman naik angkot, kadang bisa menjadi sesuatu yang unik dan banyak memberikan inspirasi. Pernah merasakan nikmatnya tidur di angkot karena kelelahan? Atau pernah memperhatikan perilaku para penumpang angkot yang seringkali membuat kita tersenyum simpul? Ada orang pacaran yang tangannya terus </span><span style="font-size:x-small;"><em>nempel kayak perangko</em></span><span style="font-size:x-small;">, ada yang roknya terlalu seksi sampai membuat kita bingung harus duduk bagaimana, ada tukang gosip yang </span><span style="font-size:x-small;"><em>nggak</em></span><span style="font-size:x-small;"> bisa berhenti ngobrol, ada anak sekolah yang sibuk baca buku dambil </span><span style="font-size:x-small;"><em>komat-kamit</em></span><span style="font-size:x-small;"> menghafal, ada banci kaleng yang </span><span style="font-size:x-small;"><em>doyan ngamen</em></span><span style="font-size:x-small;"> dengan membawakan lagu hits terbaru, ada ibu-ibu yang wangi parfumnya </span><span style="font-size:x-small;"><em>bikin mabok</em></span><span style="font-size:x-small;"> se-angkot, dan masih banyak pemandangan </span><span style="font-size:x-small;"><em>nyeleneh</em></span><span style="font-size:x-small;"> lainnya. Jadi kalau belum pernah, rasanya patut dicoba <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimskipedia.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimskipedia.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimskipedia.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimskipedia.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimskipedia.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimskipedia.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimskipedia.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimskipedia.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimskipedia.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimskipedia.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimskipedia.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimskipedia.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimskipedia.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimskipedia.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=202&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/08/15/dilema-angkot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa85228b93c60580b448fbf7318ff515?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasandya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/08/angkot-pdgxa2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">angkot-pdgxa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Cemburu Pada Masakan Ibu</title>
		<link>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/08/13/aku-cemburu-pada-masakan-ibu/</link>
		<comments>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/08/13/aku-cemburu-pada-masakan-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 04:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasandya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelangi Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[aroma]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimskipedia.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Ibu / dia yang kasihnya tak terkira sepanjang masa, bagai sang surya menyinari dunia / Dari semua masakan di bumi ini, aku paling suka dengan masakan ibu. Kenapa? Karena ibu memasaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ibu meracik bumbunya dengan penuh kelembutan, meramu semua bahannya dengan senyuman, hingga membuat siapapun yang menikmatinya ketagihan. Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=180&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;"><strong>Ibu</strong> / <em>dia yang kasihnya tak terkira sepanjang masa, bagai sang surya menyinari dunia /</em></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-181" title="1488906_928388d1ce_m" src="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/08/1488906_928388d1ce_m.jpg?w=240&#038;h=180" alt="1488906_928388d1ce_m" width="240" height="180" /></p>
<p style="margin-bottom:0;">Dari semua masakan di bumi ini, aku paling suka dengan masakan ibu. Kenapa? Karena ibu memasaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ibu meracik bumbunya dengan penuh kelembutan, meramu semua bahannya dengan senyuman, hingga membuat siapapun yang menikmatinya ketagihan. Aku pun demikian. Entah kenapa dalam setiap bulir aromanya, begitu harum luapan emosi kebahagiaan. Rasanya pun tak perlu diragukan. Ibu paling tahu yang kita mau, paling mengerti kita suka. Dan yang terpenting, ibu memasak itu semua dengan penuh ketulusan.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Tapi akhir-akhir ini aku cemburu pada masakan ibu. Karena dia menyerap semua kasih sayang tanpa sisa, hingga aku tak bisa lagi merasakannya. Ya, ibu memang masih memasak dengan cinta. Meski bukan untukku. Banyak orang yang kini suka masakannya. Ibu jadi terlalu sibuk membagikan emosinya untuk semua rasa. Porsiku jadi berkurang. Awalnya aku maklum. Pasrah karena ibu begitu menghayati proses ini. Baginya menyebarkan bahagia dengan aroma, adalah saat paling berharga karena ibu merasa bisa berguna. Namun lama kelamaan, di lidahku masakan ibu jadi hambar, tawar seperti emosi yang dingin.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Aku lihat ibu begitu sibuk dengan aktivitasnya di dapur. Ambil bumbu ini bumbu itu, bahan dari sana dan dari situ, lalu mengolahnya jadi masakan penuh selera. Semua itu sangat menggoda. Aku ingin sekali mencicipi masakan ibu yang itu. Beda sekali dengan yang aku makan. Meski penampakannya sama, ada emosi lain yang hilang hingga membuat semuanya terasa hambar seperti tak bernyawa. Ya, tak ada lagi emosi cinta. Aku terus mencari rasa itu. Rasa yang sudah lama sekali hilang. Tapi aku tak menemukannya. Akhirnya aku hanya bisa cemburu pada masakan ibu. Lewat aroma yang mengalir di udara saat ibu asyik memasak sambil bersenandung manja. Rasanya sungguh menyesakkan.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Pernah sesekali kucoba cicipi masakan ibu yang bukan untukku. Wow, ini sangat berbeda. Ini lain rasanya. Ada harapan, senang, bercampur bahagia larut dalam aroma. Seperti manis, pedas, asin, yang bersatu hingga membangkitkan satu selera. Aku ingin yang ini ibu. Tidakkah kau lihat aku begitu rindu rasa ini. Tapi ibu tak bergeming. Entah sadar atau tidak, ibu tampak tak terlalu menyimak. Aku jadi ragu. Mundur perlahan, sambil terus mengintip, dan mencuri resep bahagia masakan ibu. Karena aku tak bisa hidup tanpa itu. Tanpa kasih sayang, cinta, dan masakan ibu.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Perlahan aku tahu. Ibu tak pernah percaya padaku. Mungkin lebih tepatnya ibu tak mau menaruh harapan banyak di pundakku. Ibu tahu aku letih, dan memilih untuk membiarkanku larut dan bersenyawa dalam duniaku. Ibu takut kecewa, dan tak ingin meneteskan air mata. Ibu pikir aku tak punya waktu tersisa, untuk sekedar mencicipi emosi penuh cinta yang terselip dalam masakannya. Ibu tak tega melihat masakan yang dibuatnya penuh cinta, dibiarkan begitu saja. Semua yang awalnya hangat dan begitu beraroma, menjadi dingin dan tak lagi menggoda. Sama seperti dirinya yang kini kesepian dan segera menua.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Ibu dan masakannya adalah satu refleksi. Dengan cara itu aku tahu apa yang sedang ibu rasakan. Kini aku begitu ingin menikmati masakan penuh selera, sekaligus penuh harapan dan semangat dari ibu. Masakan ibu adalah energi terbesar dalam hidupku. Itulah alasan aku meramu cita-cita dan tujuan. Oh ibu, andai kau dengar aku. Aku ingin lagi mencicipi masakan ibu yang kaya cita rasa, kaya aroma cinta. Aku tak mau lagi cemburu pada masakan ibu. Yang selalu tahu apa yang ibu rasakan. Yang selalu mendengar kisah seru dan sendu dari ibu. Yang selalu setia menjadi teman sejati ibu.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Hari ini aku pun kembali menebak-nebak. Ada rasa apa ya dalam masakan ibu? Manis, pedas, asam, asin, pahit, atau justru nikmat karena bertabur cinta? Hmm.. sepertinya hanya ibu yang tahu..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimskipedia.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimskipedia.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimskipedia.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimskipedia.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimskipedia.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimskipedia.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimskipedia.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimskipedia.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimskipedia.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimskipedia.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimskipedia.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimskipedia.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimskipedia.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimskipedia.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimskipedia.wordpress.com&amp;blog=4579120&amp;post=180&amp;subd=dimskipedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimskipedia.wordpress.com/2009/08/13/aku-cemburu-pada-masakan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa85228b93c60580b448fbf7318ff515?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasandya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimskipedia.files.wordpress.com/2009/08/1488906_928388d1ce_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1488906_928388d1ce_m</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
